Name. What’s my name again?
Ingin namamu dikenang dalam sejarah? Lakukan hal yang gila!
Apa arti sebuah nama? Ada yang bilang tiada berarti. Meskipun ia tetap memiliki fungsi, membedakan satu dengan yang lain. Bagaimana bila tiada nama? Mungkin kita akan dipanggil dengan angka.
"Saudara 10.028.172.071.209.482, kelihatannya Anda belum bayar uang kos tahun ini, ya?" Kata Ibu 4.895.567.314.548.911, pemilik kos.
-2007, Heihadji , Nasib Anak (Yang Sering Nunggak Bayar) Kos.
Ada juga yang bilang bahwa nama kita adalah doa dan harapan kedua orang tua kita. Atau mungkin orang tua kita ingin menunjukkan pada dunia, "Inilah anakku. Kunamakan ANU. Suatu saat dia kan menjadi ANU yang meng-ANU seluruh ANU".
(Jadi ingat lagunya Doel Sumbang yang berjudul "Martini").
Bahkan ada yang bilang, nama kita akan menentukan urutan kita saat penghitungan amal dan dosa nanti. Entah berarti ataupun tidak, sebuah nama adalah hal yang sangat menarik untuk dibicarakan.
Nama pada dasarnya adalah sebuah kata. Dan dalam setiap kata pasti ada maksud dan artinya entah dalam bahasa apa. Pikirkan tentang nama Anda sendiri, dan cari maksudnya (kalau bukan dalam bahasa natif anda, coba dalam bahasa lain). Bisa mohon bantuan Mr. Google untuk referensi. Coba aja ketik: define: nama_anda pada kotak input-nya.
Tapi maaf. Saya tidak akan membahas tentang nama "orang" disini. Justru saya ingin mengulas sedikit mengenai nama sebuah software yang pasti Anda semua mengenalnya. Software itu adalah NERO. Mengapa NERO? Karena dia merupakan salah satu software dengan nama unik, meski banyak pula software dengan nama yang tidak kalah uniknya.
Sering kali, kita menemukan software (atau program) dengan nama yang "to the point" terhadap fungsinya. Misalnya, dari kategori software duplikasi CD, bisa kita temui CloneCD dan CDRWin. Jelas bahwa CloneCD berfungsi untuk kloning atau penggandaan CD. Coba lihat saja di Start Menu –> Programs, kira-kira program yang Anda install memiliki nama yang menunjukkan fungsinya secara langsung atau tidak.
Meskipun nanti akan kita temui pada blog ini bahwa NERO sendiri juga "to the point" menjelaskan fungsinya, namun ada satu hal menarik yang bisa kita kaji. (Lebih jelasnya, lihat di bagian akhir).
OK, mari kita "kupas" (Thukul’s style) perlahan-lahan.
NERO, adalah suatu paket software yang memiliki seluruh fungsi yang Anda inginkan dalam hal duplikasi dan produksi CD dan DVD. Antara lain, seperti pada daftar berikut:
1. Membuat CD/DVD. Bisa berupa Audio-CD, Video-CD, Data-CD ataupun Data-DVD, dan sebagainya.
2. Mendesain label dan cover untuk CD/DVD yang telah Anda buat.
3. Memudahkan Anda dalam menduplikasi CD/DVD buatan Anda tersebut.
4. Tools yang semakin memudahkan Anda dalam menggunakan fungsi-fungsi diatas.
Proses membuat CD sebenarnya adalah menuliskan data ke dalam CD kosong dengan cara memanaskan lapisan (layer) tengah pada CD menggunakan sinar laser. Saya tidak akan bertele-tele dalam hal teknis disini. Lihat saja di: http://electronics.howstuffworks.com/cd.htm
Istilah keren-nya biasa kita sebut "burning" atau "membakar" CD/DVD. Tentunya dengan alat CD-Writer (atau DVD-Writer) dan media CD-R/RW (juga DVD-R/RW).
Dari kata "burning" sendiri, bisa kita bayangkan pasti berhubungan dengan hal-hal berkonotasi panas, misalnya api ataupun baranya. Meskipun pada prakteknya, panas yang membakar lapisan CD diperoleh dari sinar laser.
Sekarang kita lihat sejenak dalam sejarah. Apakah dulu ada seseorang (atau sesuatu) dengan nama NERO. Cari lagi di Google, pasti paling banyak kita temukan tentang: NERO (software yang kita bahas disini) dan "Nero, Sang Kaisar Roma". Bila Anda termasuk orang yang suka sejarah (terutama yang internasional), pasti akan langsung menemukan keterkaitan antara keduanya, dan akan segera menghentikan membaca blog ini.
Namun bila Anda benci dengan pelajaran sejarah saat SD, SMP, SMA, dan kuliah (atau bahkan apriori, seperti saya), maka sebaiknya Anda baca-baca dulu artikel tentang Kaisar Nero. ("Google maning, google maning", Tegalese style. But, using google takes you to a GOOd anGLE, anyway). Sedikit contohnya bisa dilihat disini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Nero
http://www.bible-history.com/nero/NEROThe_Great_Fire_of_Rome.htm
Sekarang tahu, kan? Dulu tuh (katanya sih), Kaisar Nero pernah membakar kota Roma. Nah disinilah uniknya software kita, NERO. Dalam paket NERO (paling tidak dalam versi-versi lama), terdapat program utama yakni NERO Burning ROM. "ROM yang dimaksud disini adalah Read Only Memory. Dan CD-ROM sendiri merupakan singkatan dari Compact Disc-Read Only Memory). Dan penulisan ROM dengan huruf kapital semakin menegaskannya"
Namun siapa yang akan membantah bila pengucapannya mirip dengan kata Roma dalam Bahasa Inggris, yakni Rome.
Apakah ini suatu kebetulan atau kesengajaan dari orang-orang Romawi dulu dan (atau) programmer NERO? Atau mereka punya hubungan darah? Para programmer Nero adalah keturunan Kaisar NERO? Saya tidak tahu, dan tidak ingin tahu (Paling tidak untuk saat ini. Sudah kebanyakan pikiran).
Jadi,
NERO Burning ROM –> Software NERO "membakar" media Read Only Memory berupa CD-R/DVD-R dengan sinar laser (Inilah yang saya maksud dengan, nama yang "to the point"). Dan,
Nero (is) burning Rome –> Kaisar Nero membakar Kota Roma, dalam arti sesungguhnya. (Tentunya memakai api. Tapi kalau dulu sudah ada laser, mungkin dia memakainya juga).
NAMA UNIK LAINNYA
Dengan ini, saya tidak mengklaim bahwa NERO merupakan nama software yang paling unik. Dari jajaran software penggandaan CD saja bisa kita temui "Alcohol 120%". Yang katanya, alkohol bisa "menghangatkan" tubuh. Meskipun efek selanjutnya sangatlah kontradiktif, yakni memicu hypothermia. Bisa dibayangkan dengan alkohol yang 70% saja sudah panas, apalagi yang 120%. What? Pasti sangatlah panas dalam urusan penggandaan CD. (Kalau untuk nama Alcohol 120% ini, saya tidak menyatakan bahwa analogi saya benar dan masuk akal. But, who cares?).
NAMA-NAMA PROGRAM DI LINUX.
Apalagi bila kita simak nama-nama software di Linux yang mayoritas Open Source. wuih, namanya aneh-aneh dan kadang membingungkan. Setelah baca bukunya Mark Minasi, baru tahu bahwa nama-nama program di Linux kebanyakan merupakan plesetan (bahasa Inggris-nya, "PUN"). Hingga PUN sendiri bisa diartikan sebagai "Pun Until Nauseated" = "Plesetan sampai mual". WHooek whooek.
Pengen contoh? Linux sendiri merupakan "nama pendek" dari nama panjangnya GNU/Linux. GNU atau GNU at WIKI)
Dimana GNU merupakan singkatan dari "GNU’s Not Unix". Jadi apa kepanjangan dari GNU? Hanya "mereka-mereka" di GNU yang tahu.
Ada juga program encoder MP3 opensource yang diberi nama LAME. Coba tebak apa kira-kira kepanjangannya….
OK. LAME = LAME Ain’t an MP3 Encoder. Gubrag! Lha terus LAME artinya apa? !@$%@!!**^%
Kemudian ada PHP = PHP: Hypertext Preprocessor. Gedubrag!!! Semakin pusing! 10 kali 10, cepek deh…
KEMBALI KEEEEEEE….. NERO
Konklusi saya, nama NERO unik karena dengan mendengar namanya kita seakan diajak belajar "sedikit" sejarah. Bahwa dulu ada seorang kaisar yang menghanguskan kota-nya sendiri, bla bla bla etc…… Wuuh. Enough!
Salut untuk pembuat NERO.
Another Conclusions:
-Nama mempunyai makna yang dalam serta fungsi yang penting. Simak saja logika ngawur ini:
Para pemakai Linux di Indonesia (terutama orang Jawa) harus bersyukur bahwa orang yang merintis dan memelopori OS open source ini bernama Linus Torvalds. Coba kalau dulu dia oleh ortu-nya diberi nama Turus Torvalds? Pasti sekarang kita tidak bisa menyebut nama OS ini sembarangan. Bisa-bisa dikira cabul kita…..
Paragraf berikut memerlukan kewarasan otak untuk dibaca. Jangan diikuti. Don’t try this anywhere, anytime, any life!
-Kalau ingin nama Anda dijadikan nama atau merek suatu produk di masa depan, coba lakukan hal gila. Sudah dicontohkan dan dibuktikan oleh Kaisar Nero, tuh. Mau sedikit ide? Nih, saya kasih. Cari saja nama seseorang yang di masa depan (1000 tahun lagi mungkin) berprospek menjadi nama virus (atau program berbahaya). Misalnya, Toni (Trojan Over Network Interface. Ngarang sekenanya, deh. Maaf bagi yang bernama TONI). Kemudian, "bunuh" atau "hapus" dia "dari kehidupan". Maka, misalnya Anda bernama Joni, tindakan Anda akan membentuk kalimat: "Joni (is) killing Toni". Jadi software Anda di masa depan akan bernama
"JONI Killing TONI". Atau "JONI Erasing TONI". Hehehehe…13x
What’s in a name? That which we call a rose
By any other name would smell as sweet.
William Shakespeare (1564 - 1616), "Romeo and Juliet", Act 2 scene 2
Heihadji, in the darkness of the Cold Saturday Night