Jogja

July 31st, 2007 by heihadji

Jogja…..
The best part of my journey…
When the future was shining so brightly…
Yogya
Helped me found my melody….
The witness of how pain, joy, sorrow, happiness and anger came in harmonic beauty
Jokja
Where my agony was very lonely
Remember how YOU made me lost my sanity?
Sure, YOU DO. Though no one will be
Djokdja
Was and is memory

But, maybe it’s just me….

TETRIS

April 18th, 2007 by heihadji

Dari blog-ku yang lain… heihadji.blogspot.com

Hadji’s Game Review 1

   

   
   
   
   
      

Berikut ini info, opini ataupun sekedar basa-basi singkat tentang
beberapa game yang sudah dimainkan oleh Hadji pada berbagai platform
(arcade, console ataupun PC).

Daftar belum disusun berdasar kategori ataupun urutan tertentu.

Saya mulai dari game jenis puzzle.



I. PUZZLE


[Tetris] - 1988an - Puzzle

Publisher: Atari (versi arcade)

Game yang cukup sukses untuk platform arcade. Dikembangkan pada
tahun 1985-86 Alexey Pajitnov (Pazhitnov), Dmitry Pavlovsky, dan Vadim
Gerasimov asal Rusia. Game ini membuat para pembuat game Rusia mulai
diperhitungkan di dunia game internasional.

Kisah lebih lengkap: http://vadim.www.media.mit.edu/Tetris.htm

Latar Belakang Cerita:

Tidak ada cerita yang patut ditonjolkan (atau mungkin memang saya
yang tidak tahu). Game puzzle yang mengharuskan pemain membuat satu
garis dari berbagai bentuk balok. Tetris adalah salah satu game
psikologi yang dibuatn berdasar ide dari Alexey Pajitnov.

Pengendalian:

Kecepatan berpikir sekaligus ketangkasan menggerakkan joystick dan
menekan tombol pengubah posisi sangat menentukan keberhasilan
menaklukkan berbagai level yang tersedia.

Kendali joystick adalah kanan dan kiri, serta bawah untuk menurunkan balok dengan cepat.

Semakin tinggi level maka balok akan semakin cepat turun. Juga dasar bangun akan lebih cepat naik.

Grafis:

Tidak perlu grafis yang canggih untuk menampilkan game puzzle.
Cukup sederhana saja dengan kombinasi warna yang menarik. Bahkan dengan
monokrom saja.

Karena desainer aslinya adalah orang Rusia, bisa kita lihat bangunan serta penari Rusia pada tampilan grafisnya

Info:

Variasi game ini kemudian muncul hampir di semua platform, mulai
dari gamewatch yang monokrom, console ataupun PC. Bahkan untuk platform
yang lebih canggih, game ini tampil dalam format 3-D (3 Dimensi).

Bisa Anda kunjungi http://www.tetris.com untuk berbagai variasi terbaru game tetris untuk PC.

Game Sejenis dan Sekuel:

Game puzzle lain yang kurang lebih sama: COLUMNS, Puzzle Bobble (alias Bust A Move).

Manfaat:

Cukup bagus untuk melatih logika serta kecepatan reaksi saat dihadapkan pada satu masalah.

Basa-basi:

Salah satu Paman saya, bahkan sempat ketagihan dan harus berebut dengan anaknya untuk memainkan gamewatch Tetris.

What’s My Name Again?

February 10th, 2007 by heihadji

Name. What’s my name again?
Ingin namamu dikenang dalam sejarah? Lakukan hal yang gila!
Apa arti sebuah nama? Ada yang bilang tiada berarti. Meskipun ia tetap memiliki fungsi, membedakan satu dengan yang lain. Bagaimana bila tiada nama? Mungkin kita akan dipanggil dengan angka.

"Saudara 10.028.172.071.209.482, kelihatannya Anda belum bayar uang kos tahun ini, ya?" Kata Ibu 4.895.567.314.548.911, pemilik kos.
-2007, Heihadji , Nasib Anak (Yang Sering Nunggak Bayar) Kos.

Ada juga yang bilang bahwa nama kita adalah doa dan harapan kedua orang tua kita. Atau mungkin orang tua kita ingin menunjukkan pada dunia, "Inilah anakku. Kunamakan ANU. Suatu saat dia kan menjadi ANU yang meng-ANU seluruh ANU".
(Jadi ingat lagunya Doel Sumbang yang berjudul "Martini").

Bahkan ada yang bilang, nama kita akan menentukan urutan kita saat penghitungan amal dan dosa nanti. Entah berarti ataupun tidak, sebuah nama adalah hal yang sangat menarik untuk dibicarakan.

Nama pada dasarnya adalah sebuah kata. Dan dalam setiap kata pasti ada maksud dan artinya entah dalam bahasa apa. Pikirkan tentang nama Anda sendiri, dan cari maksudnya (kalau bukan dalam bahasa natif anda, coba dalam bahasa lain). Bisa mohon bantuan Mr. Google untuk referensi. Coba aja ketik: define: nama_anda pada kotak input-nya.

Tapi maaf. Saya tidak akan membahas tentang nama "orang" disini. Justru saya ingin mengulas sedikit mengenai nama sebuah software yang pasti Anda semua mengenalnya. Software itu adalah NERO. Mengapa NERO? Karena dia merupakan salah satu software dengan nama unik, meski banyak pula software dengan nama yang tidak kalah uniknya.
Sering kali, kita menemukan software (atau program) dengan nama yang "to the point" terhadap fungsinya. Misalnya, dari kategori software duplikasi CD, bisa kita temui CloneCD dan CDRWin. Jelas bahwa CloneCD berfungsi untuk kloning atau penggandaan CD. Coba lihat saja di Start Menu –> Programs, kira-kira program yang Anda install memiliki nama yang menunjukkan fungsinya secara langsung atau tidak.
Meskipun nanti akan kita temui pada blog ini bahwa NERO sendiri juga "to the point" menjelaskan fungsinya, namun ada satu hal menarik yang bisa kita kaji. (Lebih jelasnya, lihat di bagian akhir).

OK, mari kita "kupas" (Thukul’s style) perlahan-lahan.
NERO, adalah suatu paket software yang memiliki seluruh fungsi yang Anda inginkan dalam hal duplikasi dan produksi CD dan DVD. Antara lain, seperti pada daftar berikut:

1. Membuat CD/DVD. Bisa berupa Audio-CD, Video-CD, Data-CD ataupun Data-DVD, dan sebagainya.
2. Mendesain label dan cover untuk CD/DVD yang telah Anda buat.
3. Memudahkan Anda dalam menduplikasi CD/DVD buatan Anda tersebut.
4. Tools yang semakin memudahkan Anda dalam menggunakan fungsi-fungsi diatas.

Proses membuat CD sebenarnya adalah menuliskan data ke dalam CD kosong dengan cara memanaskan lapisan (layer) tengah pada CD menggunakan sinar laser. Saya tidak akan bertele-tele dalam hal teknis disini. Lihat saja di: http://electronics.howstuffworks.com/cd.htm

Istilah keren-nya biasa kita sebut "burning" atau "membakar" CD/DVD. Tentunya dengan alat CD-Writer (atau DVD-Writer) dan media CD-R/RW  (juga DVD-R/RW).

Dari kata "burning" sendiri, bisa kita bayangkan pasti berhubungan dengan hal-hal berkonotasi panas, misalnya api ataupun baranya. Meskipun pada prakteknya, panas yang membakar lapisan CD diperoleh dari sinar laser.

Sekarang kita lihat sejenak dalam sejarah. Apakah dulu ada seseorang (atau sesuatu) dengan nama NERO. Cari lagi di Google, pasti paling banyak kita temukan tentang: NERO (software yang kita bahas disini) dan "Nero, Sang Kaisar Roma". Bila Anda termasuk orang yang suka sejarah (terutama yang internasional), pasti akan langsung menemukan keterkaitan antara keduanya, dan akan segera menghentikan membaca blog ini.

Namun bila Anda benci dengan pelajaran sejarah saat SD, SMP, SMA, dan kuliah (atau bahkan apriori, seperti saya), maka sebaiknya Anda baca-baca dulu artikel tentang Kaisar Nero. ("Google maning, google maning", Tegalese style. But, using google takes you to a GOOd anGLE, anyway). Sedikit contohnya bisa dilihat disini:

http://en.wikipedia.org/wiki/Nero
http://www.bible-history.com/nero/NEROThe_Great_Fire_of_Rome.htm

Sekarang tahu, kan? Dulu tuh (katanya sih), Kaisar Nero pernah membakar kota Roma. Nah disinilah uniknya software kita, NERO. Dalam paket NERO (paling tidak dalam versi-versi lama), terdapat program utama yakni NERO Burning ROM. "ROM yang dimaksud disini adalah Read Only Memory. Dan CD-ROM sendiri merupakan singkatan dari Compact Disc-Read Only Memory). Dan penulisan ROM dengan huruf kapital semakin menegaskannya"
Namun siapa yang akan membantah bila pengucapannya mirip dengan kata Roma dalam Bahasa Inggris, yakni Rome.
Apakah ini suatu kebetulan atau kesengajaan dari orang-orang Romawi dulu dan (atau) programmer NERO? Atau mereka punya hubungan darah? Para programmer Nero adalah keturunan Kaisar NERO? Saya tidak tahu, dan tidak ingin tahu (Paling tidak untuk saat ini. Sudah kebanyakan pikiran).

Jadi,
NERO Burning ROM –> Software NERO "membakar" media Read Only Memory berupa CD-R/DVD-R dengan sinar laser (Inilah yang saya maksud dengan, nama yang "to the point"). Dan,
Nero (is) burning Rome –> Kaisar Nero membakar Kota Roma, dalam arti sesungguhnya. (Tentunya memakai api. Tapi kalau dulu sudah ada laser, mungkin dia memakainya juga).

NAMA UNIK LAINNYA
Dengan ini, saya tidak mengklaim bahwa NERO merupakan nama software yang paling unik. Dari jajaran software penggandaan CD saja bisa kita temui "Alcohol 120%". Yang katanya, alkohol bisa "menghangatkan" tubuh. Meskipun efek selanjutnya sangatlah kontradiktif, yakni memicu hypothermia. Bisa dibayangkan dengan alkohol yang 70% saja sudah panas, apalagi yang 120%. What? Pasti sangatlah panas dalam urusan penggandaan CD. (Kalau untuk nama Alcohol 120% ini, saya tidak menyatakan bahwa analogi saya benar dan masuk akal. But, who cares?).

NAMA-NAMA PROGRAM DI LINUX.
Apalagi bila kita simak nama-nama software di Linux yang mayoritas Open Source. wuih, namanya aneh-aneh dan kadang membingungkan. Setelah baca bukunya Mark Minasi, baru tahu bahwa nama-nama program di Linux kebanyakan merupakan plesetan (bahasa Inggris-nya, "PUN"). Hingga PUN sendiri bisa diartikan sebagai "Pun Until Nauseated" = "Plesetan sampai mual". WHooek whooek.

Pengen contoh? Linux sendiri merupakan "nama pendek" dari nama panjangnya GNU/Linux. GNU  atau GNU at WIKI)
Dimana GNU merupakan singkatan dari "GNU’s Not Unix". Jadi apa kepanjangan dari GNU? Hanya "mereka-mereka" di GNU yang tahu.
Ada juga program encoder MP3 opensource yang diberi nama LAME. Coba tebak apa kira-kira kepanjangannya….
OK. LAME = LAME Ain’t an MP3 Encoder. Gubrag!  Lha terus LAME artinya apa? !@$%@!!**^% 
Kemudian ada PHP = PHP: Hypertext Preprocessor. Gedubrag!!! Semakin pusing! 10 kali 10, cepek deh…

KEMBALI KEEEEEEE….. NERO
Konklusi saya, nama NERO unik karena dengan mendengar namanya kita seakan diajak belajar "sedikit" sejarah. Bahwa dulu ada seorang kaisar yang menghanguskan kota-nya sendiri, bla bla bla etc…… Wuuh. Enough!
Salut untuk pembuat NERO.

Another Conclusions:
-Nama mempunyai makna yang dalam serta fungsi yang penting. Simak saja logika ngawur ini:
Para pemakai Linux di Indonesia (terutama orang Jawa) harus bersyukur bahwa orang yang merintis dan memelopori OS open source ini bernama Linus Torvalds. Coba kalau dulu dia oleh ortu-nya diberi nama Turus Torvalds? Pasti sekarang kita tidak bisa menyebut nama OS ini sembarangan. Bisa-bisa dikira cabul kita…..

Paragraf berikut memerlukan kewarasan otak untuk dibaca. Jangan diikuti. Don’t try this anywhere, anytime, any life!
-Kalau ingin nama Anda dijadikan nama atau merek suatu produk di masa depan, coba lakukan hal gila. Sudah dicontohkan dan dibuktikan oleh Kaisar Nero, tuh. Mau sedikit ide? Nih, saya kasih. Cari saja nama seseorang yang di masa depan (1000 tahun lagi mungkin) berprospek menjadi nama virus (atau program berbahaya). Misalnya, Toni (Trojan Over Network Interface. Ngarang sekenanya, deh. Maaf bagi yang bernama TONI). Kemudian, "bunuh" atau "hapus" dia "dari kehidupan". Maka, misalnya Anda bernama Joni, tindakan Anda akan membentuk kalimat: "Joni (is) killing Toni". Jadi software Anda di masa depan akan bernama
"JONI Killing TONI". Atau "JONI Erasing TONI". Hehehehe…13x

What’s in a name? That which we call a rose
By any other name would smell as sweet.
    William Shakespeare (1564 - 1616), "Romeo and Juliet", Act 2 scene 2

Heihadji, in the darkness of the Cold Saturday Night

Another Idho’s Voice (Sing It Out Loud, Dude!)

January 29th, 2007 by heihadji

As requested by Idho…..

Nih suaramu waktu nyanyiin lagunya Foo Fighters - Big Me. Tentunya dengan musik yang seandanya dan backing vocal yang tidak memenuhi syarat.
Wah kalau lagunya Si Kenthus sudah masuk koleksi pribadi. Karena isinya sudah jauh melebihi kategori lagu-lagu berlabel Parental Advisory.

Tak kasih bonus Don’t Panic-nya ColdPlay aja ya…?

Ojo lali settingan bass-e dipolke. Ben ampli karo speaker-e jebol sisan…

Salam

"We live in a beautiful world, yeah we do, yeah we do" –> Was that an irony? Maybe not, but we all are.
Don’t Panic by Cold Play

Technical or Musical? Or Maybe Both

December 31st, 2006 by heihadji

Front2My art opuses. Cover version, mostly.

Check them out! Hosted at divshare.com

Hadji & Co’s - Semua Tentang Kita (feat. Idho) –> Tab-nya bisa dilihat pada posting sebelumnya
Hadji & Co’s - Kugadaikan Cintaku (feat. Gerry)

Please leave a comment or two, after you listen to the songs.
Technician or Musician? You decide!


All musics were played and recorded by heihadji at Waru31 Studio, Room H from 2000- 2006.
All strings and melodies were recorded using all the great guitars of Aix, Andry, Herdy and Ryan.

Also, the biggest credit goes to the microphone of Barok’s legacy.
Without it, I wouldn’t bother to try to record anything. Even my own
voice.
Cool Edit and Adobe Audition made all the recording and mixing possible.
Thanks to all featured friends of mine (Idho and Gerry).

NB: Kepada Peterpan dan Gombloh, mohon ijinnya untuk nyanyiin lagu Anda. Ini adalah wujud apresiasi pribadi terhadap karya yang bagus.

     "Bercanda dan "bercumbu", duduk berdua dengan-Mu" 
                                  Kugadaikan Cintaku by Gombloh

Interpretasiku (Beberapa Lagu Peter Pan)

December 8th, 2006 by heihadji

Heihadji The Uncanny mempersembahkan:

Tab dan kord gitar beberapa "lagu lama" buatanku (sekitar tahun 2001 - 2005). Daripada ngendon di hard disk, mending dibagi-bagi. Siapa tahu ada yang se-hobi dengan aku.  Just check them out!

Peter Pan:

Bila belum paham apa itu TAB, lihat sedikit catatan-catatan ini dulu:

Corrections from you are always welcome. (Kayak "keset" aja…)

Sori, Link-link diatas langsung aku arahkan ke geocities. Bila tidak ingin mengganggu browsing di FS, daripada di-klik, mending klik kanan dulu, lalu pilih "Open in A New Window". (And sori lagi bila spt menggurui. Padahal temen2 kan udah pada pinter ya kalo cuma masalah komputer dan internet yang sepele kaya gitu.)

Sayangnya, sekarang udah gak sempet lagi bikin tab-tab kaya gitu. Udah terlalu sibuk. N lagipula sekarang tidak ada gitar di tempatku. (Ada yang pengen ngasih gitar bolong gak, nih?)

Coming up! More oldies stuffs. (not that kind of old, actually)

-Easy come, easy go. Will "YOU" let me go?-   Bohemian Rhapsody by Queen

Gudang Uang Yang (Sepertinya) Gak Ada Duit.

December 6th, 2006 by heihadji

Hari ini ada client yang sangat menarik. Apa yang mereka "percayakan" kepada kita untuk diperbaiki? Dua buah komputer dengan spesifikasi dan merk yang sangat melegenda. Tapi ingat, kata LEGENDA dalam kamus komputer tidaklah memiliki arti positif seperti di kamus-kamus bidang lain.
LEGENDA di komputer memiliki definisi tersendiri baik untuk software maupun hardware . Kita ambil contoh untuk hardware, ada istilah LEGACY (yang artinya kurang lebih sama atau masih dekat dengan kata LEGEND). Hardware dengan teknologi lama dan usang, masuk dalam kategori LEGACY ini. Kalau dulu pernah kenal dengan slot jenis ISA, berarti kita telah "berjabat tangan" dengan "seorang legenda".
Jangan pernah dibandingkan rasanya seperti berkenalan dengan Chrisye atau siapa saja deh legenda Indonesia. Kenalan dengan legenda musik pasti menyenangkan dan bisa dibanggakan di kemudian hari, atau untuk bahan ngobrol sama anak cucu waktu kita sudah jadi orang yang tidak dipercaya lagi ingatannya. (Pikun maksudnya.)
Untuk aspek kebanggaan sih boleh-boleh saja. Bahkan terkadang pengalaman buruk dan memalukan pun bisa jadi kebanggaan tersendiri. ("Eh dulu aku pernah dikejar-kejar orang gila lho". "Oh iya, aku dulu juga pernah dihukum Pak Guru gara-gara nyontek". Dan lain sebagainya, tujuh turunan).
Tapi untuk aspek "menyenangkan", jauh-jauh deh. Memasang kartu ISA pada motherboard terutama yang keluaran jaman baheula, bakal jadi suatu siksaan tak terlupakan, apalagi untuk para teknisi komputer generasi baru. Karena kita tidak bisa secara langsung menerapkan teknologi "Colok dan Mainkan" alias Plug & Play. Ada banyak sekali pengaturan yang harus dilakukan, sebelum kartu ISA tersebut bisa dijalankan dan dinikmati fungsinya. Lain cerita bila motherboardnya sudah memiliki teknologi yang lebih baru alias Plug & Play, semua bakal "sedikit" lebih mudah. (Semua akan menjadi sangat mudah, bila kita ganti saja kartu ISA + motherboard itu dengan kartu PCI dan motherboard terbaru, serta casing yang didesain dengan bagus dan rapi).
Namun tetap saja, konsep "segala hal ada jodohnya sendiri-sendiri" berlaku. Seperti yang telah disampakan di awal blog ini, kita kedatangan tamu dua komputer yang telah menjadi legenda dan tentunya (tidak bisa ditawar lagi) sudah pikun. Kalo kita bicara tentang komputer tersebut 8-9 tahun yang lalu, wow sangat keren, Bung. Lha wong komputer branded, je. H****t-P****rd seri Vectra dengan prosesor Pentium 100 Mhz, RAM 16MB, harddisk 1 GB, VGA Cirrus Logic, etc, etc. dengan OS W****s95. Yang menjadi keluhannya adalah (meski sebenarnya tidak mengeluh), client kita pengen beli printer baru (C***n iP1200) dan dipasangkan sekaligus di-set-kan ke komputer tersebut. Pertama kali denger, aku langsung berfikir, "Wah ini sama saja dengan menjodohkan Datuk Maringgih sama Sitti Nurbaya." Susah, karena memang nggak cocok. (Sitti Nurbaya kan cocoknya sama Syamsul Bachri, yang masih muda dan belum peot gitu loooooh.)
Tapi ini tahun 2006, Bung! Pergantian milenium sudah berlalu 6 tahun yang lalu, Kawan! Presiden kita sudah ganti berapa kali tuh. Sudah berapa musibah yang melanda negeri ini. Sudah berapa mahasiswa yang lulus dan jadi pegawai pemerintah ataupun swasta, meski tidak sesuai dengan bidang ilmu yang diambilnya waktu kuliah dulu. Sudah berapa banyak mahasiswa busuk yang akhirnya tidak bisa menyandang gelar sarjana dan cuma bisa ikut ikatan alumni KADOGAMA (Keluarga DO Gadjah Mada). Masih ingatkah kapan putra Anda (yang sekarang sudah bisa "mbajing-mbajingne" bapaknya) lahir.
Komputer nggak kayak motor bung, yang dari tahun ke tahun masih bisa jalan (asal terawat). Motor kan kerjanya cuma minum bensin dan berlari. Lagian juga tidak ada softwarenya. Paling-paling butuh brainware dengan skill rata-rata dan sifat hati-hati level advance, kalo pengen awet motor dan nyawa pengemudinya.
Kalo komputer, dari tahun ke tahun banyak sekali perkembangan baik software ataupun hardware. Dan seringkali membuat pusing. Hardware lama dipasangkan dengan software baru, atau software lama dipasang pada Sistem Operasi (software) baru, adalah sajian favorit bila Anda adalah teknisi yang haus akan "nikmatnya" stress alias "dibikin keriting oleh komputer".

Dan benar saja. Hidup tidaklah selalu mudah, bahkan memang tak pernah. Printer tersebut hanya memiliki konektivitas USB. Sedangkan komputernya belum ada port USB satu pun. Solusinya, ya nambah USB card. Kemudian, OS yang terpasang adalah W**95, dari pada susah di kemudian  hari, mending dinaikin dikit jadi W**98.
Tambah pusing lagi, harddisk-nya udah rewel. Proses instalasi-nya bisa lebih dari 3 jam. (Maklum EDO RAM 16MB, hari gini bisa buat apa. Paling-paling diinstall Freesco dibikin router. Itu pun Freesco-nya merasa dipaksa deh). Kalo ditotal ya seharian ini habis sudah cuma untuk ngurusi komputer yang lebih pantes jadi pengganjal pintu.
Pokoknya semuanya serba susah. Kalo ada waktu besok, posting kali ini akan ku-edit lagi dengan detail cerita yang bikin aku jengkel hari ini. Maklum sudah saatnya tidur pagi (5:30AM).

Yang membuatku tidak habis pikir adalah, latar belakang client kita hari ini. Client itu adalah sebuah bank. Bank pemerintah, lagi…
(Bank koq komputernya udah bau Tempat Pembuangan Akhir gitu..? Lihat tuh, juragan setrum aja tiap tahun ganti komputer, meskipun sebenarnya gak tahu apa manfaat dan kelebihan signifikan komputer barunya).

No love, no peace. Just don’t read this! Pliiiiiiiissss

Now and then:

December 3rd, 2006 by heihadji

Today is Sunday (Though i am writing this blog at Monday 2:09 AM ).
Lain dulu lain sekarang.
10 tahun yang lalu: Hari Minggu selalu dimulai dengan menyalakan TV, kemudian menunggu acara favorit. Doraemon, Dragon Ball, etc gak pernah terlewat.
Sekarang: Hari Minggu dimulai dengan menyalakan komputer, kemudian memeriksa router. Manajemen bandwidth, QoS, etc gak boleh terlewat.

10 tahun yang lalu: Minggu siang selalu diteruskan dengan (masih) menonton TV,
kemudian main Mortal Kombat.
Sekarang: Minggu siang bisa dinikmati dengan menunggui kasir warnet. Moga2 hari ini warnetku pengunjungnya padat. (Meskipun kalo terlalu banyak orang, AC-ku serasa gak berfungsi. Kalah ama parfum alami yang ditebarkan manusia-manusia berkeringat. Oh my God. These months had been the hottest months I’ve ever felt in my life.)

10 tahun yang lalu: Sore di hari Minggu… Aku dulu ngapain aja ya….? Udah lupa..:)
Sekarang:
Khusus hari ini, sore hari kuhabiskan bersama Andi di YM. Mencaci maki anggota DPR yang sedang kena kasus. (Kasus itu tuh. Tahu sendiri lah…)
Juga hal yang "agak" mengejutkan adalah, ada message dari teman masa SMA dulu. (Hai, Tina. 10 years, long time no see.). Isinya, masak aku disebut bermetamorfosis. Lha memangnya aku apaan?
[Spoiler alert]
Dari definisi kata metamorfosis sendiri, seharusnya hal itu berarti bahwa aku telah berubah. Lha, ke arah mana perubahan itu, coba kita selidiki.
Yang aku tahu, contoh dari metamorfosis yang sering dijumpai pada pelajaran biologi (10 tahun atau lebih) dahulu, ya kupu-kupu.
Jadi kalo diambil analogi bahwa sekarang aku adalah kupu-kupu, berarti dulu (jaman SMA), aku adalah ulat donk (yang njijiki dan kadang ada juga yang bikin gatel). Meskipun diri ini masih nyadar. Bahwa sekarang ini aku gak sedikitpun mendekati keindahan kupu-kupu (yang begitu cantik dengan warna-warni sayapnya nan rapuh).
Yang kurasakan, saat ini ada dua kemungkinan. Pertama, mungkin aku masih berujud kepompong (yang bisanya cuma diem aja, nggantung di dahan pohon atau atap rumah, dan menunggu berlalunya waktu). Kedua, atau mungkin memang aku telah benar-benar jadi kupu-kupu. Tapi bukan yang masih terbang berkeliaran menghisap bunga-bunga ditaman. Melainkan yang sudah diawetkan dan jadi koleksi dan  disimpan di lab ataupun dipajang. (Kupu yang ini sudah gak bisa apa-apa lagi. Berlalunya waktu takkan berarti, karena waktu untuknya memang sudah habis).
[End of spoiler]
Intinya, message tersebut membuatku mengingat-ingat kembali, seperti apa diriku yang dulu. Membandingkannya dengan aku yang sekarang. (Yang sedang nge-blog di FS tanpa jelas arahnya).
Memang banyak hal yang berubah.

Dulu gak nge-rokok, sekarang udah jadi smoker level advance.

Dulu agak gemuk, sekarang dah kurus kering.

Dulu ubannya sedikit, sekarang dah kayak Pakdhe Adnan.

Dulu gak bisa main gitar, sekarang ya udah lumayan bisa. Meski cuma sebatas main petikan lagu Semua Tentang Kita (PeterPan), Love of a Life Time (Firehouse), Honestly (Harem Scarem), Hotel California (Eagles), Alone (Heart), etc. (Itu namanya udah nyombong, Dji). Hehehe…. biarin….. "Kan gak ada yang jaga"….

Dulu rajin sekolah, ngumpulin tugas, rajin belajar sebelum ujian, pernah rangking 1 saat ujian di SMP, gak bodho2 amat waktu SMA. Sekarang dah males lihat buku diktat, bosen mantengin dosen, serasa sesak kalo harus menghirup udara kampus. (Apa aku dulu salah jurusan ya…?) Gak mimpi bakalan pake TOGA-nya S1. Apalagi yang S2. Dunia pasti mendekati kiamat deh kalo aku suatu saat bisa lulus S3.

Dulu gak paham komputer (jangankan Windows, DOS aja masih bingung). Sekarang ya masih gak ngerti (jangankan Linux, Windows aja udah bikin pusing).

Dulu dideketin cewek aja (yang menurutku cakep lho) sekujur tubuh gemetaran, sekarang ya tambah kencang getarannya (hanya di lokasi tertentu dengan radius yang tidak begitu jauh) . Hehehe

Dulu dapet surat aja jarang, sekarang email sampe penuh, gak muat mailboxnya. (Ngomong2 surat dari ANDI Offset koq gak datang2 ya?)

Last but not least. Dulu jelek, jauh dari kata keren. Sekarang tambah ancur. (I don’t know what you see in me, My Dear. But thanks anyway, MyLovelyOne)

Jadi, esensi blog kali ini apaan, Mas?

Menurutku begini. METAMORFOSIS, dengan contoh termudah adalah KUPU-KUPU, berlangsung dalam beberapa fase. Ulat-kepompong-kupu. Entah di fase apa kehidupan kita sekarang, gak usah dipikirin. Bila kita merasa diri kita adalah ulat, maka berarti kita menganggap diri sendiri menjijikkan. hiiiiiiii….

Sedangkan bila image kupu-kupu yang ada di pikiran kita, maka berarti kita sudah "sempurna". Dengan kata lain, kita tidak bisa lebih mengembangkan diri lagi. Memang sih, dengan menjadi kupu-kupu, kita tinggal "menikmati hidup". Kerjanya "menghisap madu manis". (Wah jadi inget waktu pelajaran Bahasa Indonesia di SMA, si Agung disuruh membuat kalimat dengan kata kiasan, "Pak Lurah suka daun muda".) :P… Hati-hati deh. Entar bisa-bisa sebelum mati, kita malah jadi TG atau OS seperti di lagunya Pak Lik Iwan Fals, Obat Awet Muda.

Padahal kan  "Nobody’s perfect". Di samping itu, fase kupu-kupu berarti perjalanan kita kan segera berakhir (menunggu mati dimakan usia dan insectivore, atau ditangkap orang-orang kaya "SpongeBob" lalu diawetkan).

So, anggap saja diri kita kepompong, yang memang sedang meninggalkan fase "menjijikkan" menuju "kesempurnaan".
Everyone has a self-defined goal in this life. But life is not about reaching our destination. It’s a journey we should enjoy. (I see that you might not agree even a bit with me. But my journey is not yours, and vice versa.)

"Be yourself, no matter what they say" - Englishman in New York by Sting

Author’s alter ego’s comment: Jan, blog-e cah iki pancen ra mutu tenan. Wis ra jelas arahe, mbulet ra karuan. Cah koyo ngono koq dadi Admin. Paling-paling rancangan jaringane dadi ra mutu. Kene sing ngancani nganti ngantuk2 ngene ya ra digagas. Wis, wis gek ndang log out. Pengen turu aku, Dul. Jam 3:36 lho. Kowe a
rep tangi jam pira sesuk?

Remember me for how I remember you

December 2nd, 2006 by heihadji

Night of Beauty. I will always remember.
It is the end of November.   How will i ever wake you up from your eternal slumber.

(Gak ada kata-kata yang tepat untuk …………

All of these songs will somehow be your voices that remind me of your grace:
Carrie by Europe, Tears in Heaven by Eric Clapton, Night of Beauty by Hadji & Co’s
(The song of you that you would never heard).

Permen karet, bakso, roti panggang, sayur asem, omelet + mie.

Begitu cepat waktu berjalan. Tak terasa sudah dekat tujuan.
Begitu saja hari berlalu. Tak kusangka kau tlah sampai mendahuluiku.

Semalam aku bermimpi bahwa berita tentang kepergianmu tidaklah benar. Sayang, hanya sebatas mimpi.
I wish you can see through my head and heart now. For the thing I’d given to you was and still true.

Immersed in the memories of my beloved friend, My Night of Beauty (Feb 1981 - Nov 2006).

The Origin of My ……

November 7th, 2006 by heihadji

These days are the beginnings. Of many sleepless nights to come. Of many unbearable fatigues.
Immerse in my ocean of life. The life you would never imagined to fathom.
Shieldless on my left hand, swordless on the other. Can see no visions. Can hear no alarms.
Blinded by the light of darkness. Chilled by the warmth of coldness. Filled by the greatness of emptiness.
All my endeavours seem like they will left me astray.
But my journey apparently should come to an end. Just to start a new cycle.
Bound to The Wheel of Death and Rebirth. The death of my dreams and the rebirth of my hopes.

Q: Sak jane ki kowe ngomong apa, Dab?  Wong gur kata-kata sok puitis. Wis ngono nganggo  boso  Inggris sisan. Bahasa Inggris ra mutu ngono dipamer-pamerke. Ngisini kuadrat
A: Lha saiki kan jamane wong puitis, apa maneh boso Inggris wis dadi keharusan. Terus apa salahe?
Q: Karepmu, Dul! Iki kan blog-mu. Arep mbok iseni kata-kata Inggris puitis terserah. Diiseni pisuhan-pisuhan marang wong-wong edan ya urusanmu. Alaaah, paling ya ra bakal ana sing maca. Para pembaca setuju…?
Pembaca: Setubuuuuuh… eh setujuuuuuuu.
Q & A: Dasar wong Indonesia… Ora cilik ora gedhe, ora tuwo ora enom. Pikirane gur masalah kuwi wae.

(Sukoharjo, 08 November 2006, 01:10, ditengah banyaknya tugas yang harus dipikirkan. Dan dikerjakan tentunya)

"Needless to say, the Beast* was stunned", Tribute by Tenacious D
*refers to the reader of this stupid blog